contoh contoh puisi

seoarang lelaki paruh baya

berjalan di depanku dibawah senja

merah saga merona

mengusap matanya yang kelabu tua

seolah dia baru saja menderita

dikeluarkannya secarik kertas tua

dari kantong baju lusuhnya

perlahan ia membaca kertasnya

“duhai kelana mengapa berduka nestapa

biarkan hidup mengalir sesuai arus-Nya

janganlah kau mendahului takdir-Nya

karena hidupmu milik Dia seutuhnya”

ya, dia lelaki tua paruh baya

menyimpan seribu tanda tanya

tentang tangis dan bahagia

anak-anak yang kehilangan masa depannya

tentang tawa dan bungkamnya

para pembunuh bangsa

yang meredam masalah dengan angkara pencipta

ya, dia lelaki paruh baya

tetua kaum derita

berasal dari negeri duka lara

yang menyimpan seribu tanda tanya

Menepis Mimpi

sudah pupus segala mimpi

sudah lenyap segala ilusi

tinggallah jiwa menyendiri

menyanyikan lagu sunyi

didiringi dawai kecapi

mereka bersorak dalam diam

ini bukan cinta yang diidam

bukan pula bulan ditengah malam

memang bukan, duhai kalam

hanya sebagai gurindam

urat yang mulai keram

biar meredam rasa geram

sudahlah, berbaliklah ke ilahi

karena disana kau temukan cinta sejati

yang takkan mati atau sepi

meski zaman telah menepi

Pos ini dipublikasikan di puisi, sastra dan tag , , . Tandai permalink.

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Jangan Lupa Tinggalkan Komentar atau Jempol Manisnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s