surat untuk abah

tifa dan kecapi abah masih mendayu

menembangkan lagu syahdu

tentang haru biru rasa rindu

meski abah tiada lagi bersama ku

lagu itu, masih bersemayam di benakku

satu semester berlalu

abah terbujur kaku

memenuhi seruan sang maha Satu

meninggalkan permainan yang menipu

melupakan segala pilu

abah…

pisau garpu yang kau titipkan pada ku

masih kusimpan dalam genggamanku

ku tak tahu untuk apa ia kulaku

abah…

kini tingallah pisau itu dan aku

abah…

aku hilang pandu

hilang rasa terbang tak menentu

cengkraman mimpi membuat ku kian tertipu

tertipu dalam jalanku sendiri

tak harapku kau kembali

namun, hadirlah wujudmu dalam mimpi

meski sekedar memberi salam

Pos ini dipublikasikan di puisi, sastra dan tag , , , . Tandai permalink.

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Jangan Lupa Tinggalkan Komentar atau Jempol Manisnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s