HADIST TARBAWI ” TOBAT” By. Husdiana

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Kewajiban Tobat dan Keutamannya

Tobat dari dosa yang dilakukakan oleh seseorang merupakan kewajiban. Hal ini diperintahkan oleh Al-Qur’an dan dianjurkan oleh sunnah Nabi.

Sebagian ulama tasawuf berpendapat bahwa tobat itu wajib bagi setiap orang, bahkan para nabi dan wali sekalipun. Bahkan, kewajiban untuk bertobat merupakan hukum azali yang telah dituliskan untuk manusia. Rasulullah juga bersabda, “Setiap dari kalian itu bersalah. Dan sebaik-baiknya orang yang bersalah itu adalah orang yang bertobat.” (HR. Ahmad dari Anas r.a.)[1]

Sebagaimana firman Allah SWT.

$yJ¯RÎ) èpt/öq­G9$# ’n?tã «!$# šúïÏ%©#Ï9 tbqè=yJ÷ètƒ uäþq¡9$# 7’s#»ygpg¿2 ¢OèO šcqç/qçGtƒ `ÏB 5=ƒÌs% y7Í´¯»s9’ré’sù Ü>qçGtƒ ª!$# öNÍköŽn=tã 3 šc%x.ur ª!$# $¸JŠÎ=tã $\KŠÅ6ym ÇÊÐÈ ÏM|¡øŠs9ur èpt/öq­G9$# šúïÏ%©#Ï9 tbqè=yJ÷ètƒ ÏN$t«ÍhŠ¡¡9$# #Ó¨Lym #sŒÎ) uŽ|Øym ãNèdy‰tnr& ÝVöqyJø9$# tA$s% ’ÎoTÎ) àMö6è? z`»t«ø9$# Ÿwur tûïÏ%©!$# šcqè?qßJtƒ öNèdur î‘$¤ÿà2 4 y7Í´¯»s9’ré& $tRô‰tFôãr& öNçlm; $¹/#x‹tã $VJŠÏ9r& ÇÊÑÈ  (النساء : ١٨– ۱٧)

Artinya : Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.”

“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : “Sesungguhnya saya bertaubat sekarang.” Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.” (QS. An-Nisa’ 17-18)

Dari ayat diatas dapatlah kita ambil kesimpulan bahwa betapa pentingnya bertobat terhadap dosa-dosa yang kita lakukan.[2]

Dalam memotivasi manusia untuk bertobat Allah SWT berfirman :

 ¨bÎ) ©!$# =Ïtä† tûüÎ/º§q­G9$# =Ïtä†ur šúï̍ÎdgsÜtFßJø9$# ÇËËËÈ

Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertobat dan orang-orang yang menyucikan diri.” (QS. Al-Baqarah : 222)

 

Dan juga dalam Sabda Rasulullah SAW :

حديث انس رضى الله عنه قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

 الله افرح بتوبة عبده من احدكم, سقط على بعيره, وقد اضله فى ارض فلاة.

Anas r.a. berkata : Rasulullah SAW bersabda : Allah lebih senang menerima tobat seorang hamba-Nya, melebihi dari gembira seorang yang menemukan ontanya yang telah hilang di hutan yang jauh. HR. Bukhari, Muslim)

 

 

Diantara keutamaan-keutamaan bertobat adalah Allah akan menyibukkan malaikat-malaikat-Nya untuk memohonkan ampunan bagi para pencari tobat, dan mendoakan agar Allah menjauhkan mereka dari siksa neraka jahim, memasukkan mereka ke dalam surga dan mencegah mereka dari perbuatan dosa. Para pencari tobat itu akan selalu mendapatkan perhatian Allah dimuka bumi, sedangkan para malaikat di langit akan selalu disibukkan oleh mereka.

Sebagaimana firman Allah :

tûïÏ%©!$# tbqè=ÏJøts† z¸öyèø9$# ô`tBur ¼çms9öqym tbqßsÎm7|¡ç„ ωôJpt¿2 öNÍkÍh5u‘ tbqãZÏB÷sãƒur ¾ÏmÎ/ tbrãÏÿøótGó¡o„ur tûïÏ%©#Ï9 (#qãZtB#uä $uZ­/u‘ |M÷èřur ¨@à2 &äóÓx« ZpyJôm§‘ $VJù=Ïãur öÏÿøî$$sù tûïÏ%©#Ï9 (#qç/$s? (#qãèt7¨?$#ur y7n=‹Î6y™ öNÎgÏ%ur z>#x‹tã ËLìÅspgø:$# ÇÐÈ $uZ­/u‘ óOßgù=Åz÷Šr&ur ÏM»¨Zy_ Abô‰tã ÓÉL©9$# öNßg¨?‰tãur `tBur yxn=|¹ ô`ÏB öNÎgͬ!$t/#uä öNÎgÅ_ºurø—r&ur óOÎgÏG»­ƒÍh‘èŒur 4 y7¨RÎ) |MRr& Ⓝ͓yèø9$# ÞO‹Å3ysø9$# ÇÑÈ (المؤمن : ٨ – ٧ )

Artinya : “Malaikat-malaikat) yang memikul ‘Arsy dan malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala.

“Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam syurga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. Al-Mukmin : 7-8)

 

2.2 Anjuran Bertobat

Bertaubat itu wajib untuk dilaksanakan dengan segera, oleh karena itu barang siapa yang menangguhkan tobat dengan jarak waktu yang kiranya cukup untuk bertobat, lalu tidak bertobat karena penangguhan itu maka berdosalah dia. Meskipun dosa yang dilakukan adalah kecil.

Allah telah berfirman :

$pkš‰r’¯»tƒ šúïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#þqç/qè? ’n<Î) «!$# Zpt/öqs? %·nqÝÁ¯R 4Ó|¤tã öNä3š/u‘ br& tÏeÿs3ムöNä3Ytã öNä3Ï?$t«Íh‹y™ öNà6n=Åzô‰ãƒur ;M»¨Zy_ “̍øgrB `ÏB $ygÏFøtrB ㍻yg÷RF{$# tPöqtƒ Ÿw “Ì“øƒä† ª!$# ¢ÓÉ<¨Z9$# z`ƒÏ%©!$#ur (#qãZtB#uä ¼çmyètB ( öNèdâ‘qçR 4Ótëó¡o„ šú÷üt/ öNÍk‰É‰÷ƒr& öNÍkÈ]»yJ÷ƒr’Î/ur tbqä9qà)tƒ !$uZ­/u‘ öNÏJø?r& $uZs9 $tRu‘qçR öÏÿøî$#ur !$uZs9 ( y7¨RÎ) 4’n?tã Èe@à2 &äóÓx« ֍ƒÏ‰s% ÇÑÈ

Artinya : Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan nabi dan orang-orang mukmin yang bersama Dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah Kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”(QS. At-Tahrim : 8)

Dari ayat diatas jelas sekali tobat merupakan perintah yang wajib dilaksanakan.

Rasulullah SAW bersabda :

 قا ل رسول الله صلى الله عليه وسلم : ياايهاالناس (#þqç/qè? ’n<Î) «!$# فانى اتوب اليه فى اليوم مائة مرة  (رواه مسلم)

Wahai manusia bertaubatlah kepada Allah, sebab sesungguhnya aku bertaubat pada-Nya seratus kali dalam sehari.” (HR. Muslim)

Adapun maksud dari hadis diatas adalah selain anjuran untuk bertobat, Rasulullah SAW juga menganjurkan untuk bertobat setiap saat. Bila seseorang mengetahui dosa-dosa yang dilakukan secara perinci, maka harus bertobat tidak cukup dengan sekali tobat.

 

Kemudian Rasulullah juga bersabda :

لو اخطاتم حتى تبلغ خطاياكم السماء ثم تبتم لتاب الله عليكم. (رواه ابن ماجة)

Seandainya kamu berbuat kesalahan sehingga kesalahannya beertumpukan setinggi langit. Kemudian kamu bertobat niscaya Allah akan menerima tobatmu. (HR. Ibnu Majah)

Bagaimana pun besar dan banyaknya dosa seseorang, semuanya akan dimaafkan oleh Allah jika ia mau bertobat. Karena Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan tobat hanya dapat dilakukan ketika seseorang masih hidup ataupun belum sekarat. Seperti yang dijelaskan dalam hadits berikut :

ان الله عزوجل يقبل توبة العبد مالم يغرغر. (رواه الترمزى)

Sesungguhnya Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung akan menerima tobat seorang hamba selama belum sekarat. (HR. At-Tirmidzi).

Yang dimaksud sekarat adalah saat ruh masih ada di tenggorokan untuk melepaskan diri dari jasadnya, jadi tobat diterima sebelum ruh ada di tenggorokan. Karena pada saat-saat seperti ini ia sudah dapat menentukan dan menyaksikan mana yang pahala dan mana yang siksa, mana yang rahmat dan mana yang dosa. Pada saat yang seperti ini tobat dan iman tidak ada manfaatnya. Karena syarat dari pada tobat adalah ada satu usaha untuk tidak kembali melakukan lagi, dan hal itu akan dapat terwujud bila si tobat dapat melaksanakan hasratnya. Itu tidak mungkin karena ia tidak akan kembali hidup lagi.[3]

 

2.3 Syafa’at Nabi Muhammad SAW.

Tobat itu ibarat suatu makna yang terdiri dari 3 perkara, yaitu ilmu, keadaan, dan perbuatan.

Ilmu adalah mengetahui bahaya dosa-dosa dan sifatnya sebagai tabir antara hamba dan setiap sesuatu keadaan darinya di dalam hati, yakni merasa sedih dan takut hilangnya kekasih. Ia adalah penyesalan dan dengan penyesalannya timbul keinginan tobat dan memperbaiki kesalahan lalu.[4]

 

من صلى على يوم الجمعة مائة مرة جاء يوم القيامة ومعه نورلوقسم ذلك النوربين الخلائق كلهم لوسعهم (زبدة الواعظين)

Barang siapa bershalawat untukku seratus kali pada hari jum’at, maka kelak ia akan datang pada hari kiamat disertai oleh cahaya, yang sekiranya cahaya itu dibagikan di antara makhluk-makhluk seluruhnya, niscaya kebagian semua.”(HR. Zubdatul Waa’izhiin)

 

Diantara salah satu jalan supaya kita mendapatkan syafa’at atau pertolongan dari Rasulullah SAW pada hari perhitungan adalah dengan memperbanyak shalawat atasnya.

 

 

 

2.4 Ketentuan Hisab

 

عن ابى هريرة رضى الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال : اول ما يحاسب به العبد صلاته فان كان اكملها, والا قال الله عز وجل : انظروا هل لعبدى من تطوع, فان وجدله تطوع, قال : اكملوا به الفريضته. (رواه ابوداود والترمذى).

“Dari Abu Hurairah ra. Dari Rasulullah SAW., Beliau bersabda “Yang pertama sekali yang menyebabkan seseorang hamba diperhitungkan amalnya adalah shalat. Bila dia menyempurnakannya (tidak ada masalah terhadap yang lain). Bila tidak menyempurnakannya, maka Allah Azza wa Jalla berfirman (kepada malaikat), periksalah, apakah dia melakukan shalat tathawu (shalat sunat)? Bila dia mengerjakan shalat tathawu, Allah berfirman lengkapilah fardhunya (yang tak sempurna) itu dengan tathawunya. (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi).

 


[1] Yusuf Qardawi, Kitab Petunjuk Tobat Kembali ke Cahaya Allah. Cet 1. PT Mizan Pustaka. Bandung. 2008. halaman 23

[2] H. Mahrus Ali, Terjemah Irsyadul Ibad “Petunjuk Manusia ke Jalan yang Benar”. Cet 1. Mutiara Ilmu. Surabaya, halaman 861

[3] H. Salim Bahreisy, Al-Lu’lu’ Wal Marjan. PT bina Ilmu. Surabaya. 2003. halaman 91

[4] Imam Al-Ghazali, Ringkasan Ihya’ Ulumuddin. Cet 1. Pustaka Amani. Jakarta. 1995. halaman 249

Pos ini dipublikasikan di akhlaq, fiqh, makalah, makalah, Uncategorized dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Jangan Lupa Tinggalkan Komentar atau Jempol Manisnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s