contoh puisi langsung

CERITA SANG PENGASONG

dulu, satu dekade atau lebih yang lalu
di jalan yang sempit karena macet ini
ramai mahasiswa, dan wartawan yang mencari berita
kulihat mereka berteriak-teriak
sambil memakai ikat kepala yang bertuliskan
“demi rakyat, berani mati”
ya mereka itu yang berteriak
turunkan harga BBM, turunkan harga BBM
sampai-sampai bawang merah turun juga harganya
begini mereka berteriak waktu itu:

di atas jalan hidup yang penuh duri ini
di atas penghambaan yang tak pernah bertepi
di atas pengharapan yang tak kunjung diakhiri
di atas ribuan tangis para dhuafa negeri ini
di atas derita dan duka para pekerja negeri ini
di atas dan di bawah kaki langit bangsa ini
di atas segala puncak tertinggi tanah ini
di atas jutaan pengangguran yang menagih janji
di atas lautan tangis anak-anak yang dicabuli
di atas teriakan anak jalanan yang mencari sesuap nasi
ketahuilah aku putra sah bangsa ini
pengamal pancasila, UUD 45, dan pelopor NKRI
berteriak dalam syair dan puisi
menuntut seribu janji
yang ditawarkan penguasa dalam orasi

di bawah teriknya mentari ini
di bawah keserakahan yang tak bertepi
di bawah kemunafikan yang tak kunjung di akhiri
di bawah gelak tawa para penguasa negeri ini
di bawah pesta dan tarian para pemegang saham negeri ini
di bawah dan di atas langit-langit bangsa ini
di bawah segala dataran rendah tanah ini
di bawah jutaan budaya pejabat korupsi
di bawah gunung kebahagiaan para pemerkosa dan pencuri
di bawah diamnya bangsawan yang berlomba demi kursi
ketahuilah aku putra sah bangsa ini
pengamal pancasila, UUD 45, dan pelopor NKRI
berteriak dalam syair dan puisi
menuntut seribu bukti
tentang wujudnya mimpi anak-anak demokrasi

mendengar mereka berkoar
ku lemparkan sekantong makanan ringan
dan sebotol minuman gelas air mineral
lalu mereka berteriak sambil tersenyum lebar
hidup bapak pengasong!
hidup bapak pengasong!
kini, tak kudengar lagi teriakan mereka di sini
karena mereka sekarang
sudah beralih profesi
menjadi kurcaci penguasa bangsa ini.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di puisi, sastra, seni/sastra dan tag , , , , , , . Tandai permalink.

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Jangan Lupa Tinggalkan Komentar atau Jempol Manisnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s