puisi untuk sahabat

PUISI UNTUK SAHABAT

sahabatku
malam ini aku ingin bercerita padamu
suatu waktu, pernah juga aku berjalan
di dalam gelap yang menyekap
di balik semak ilalang
mencabik rasa takut dan gamang
membunuh risau dan kehampaan.

ku temui jutaan bintang
yang kadang redup kadang terang
namun ia tak jua menghilang
perlahan ku resapi pesan yang dikirimnya
katanya: beginilah cinta
kadang mesra kadang cemburu
kadang benci kadang rindu
namun tak hilang jua ditelan waktu.
Lalu ku kunyah kata-katanya
ku telan begitu saja dalam-dalam
sehingga tak ku sisakan untuk gelap malam

aku berjalan lagi, lalu kaki ku terantuk
ternyata pohon tua yang tumbang
kulihat kulitnya dipenuhi rayap
sejengkal demi sejengkal
dagingnya mulai memburuk
diam-diam ku intip pesan yang dilukisnya
katanya: inilah hidup
kita lahir, tumbuh, dan akhirnya mati.
Bila muda tak dihiasi manfaat
maka tua tiada syafaat
pergi tak disesali, hadir pun tak disyukuri.
Aku tertegun sejenak
satu satu kata-katanya kutelan, perlahan.
Hingga habis tak tersisa.

Lalu sampai jua aku
di jalanan, ya jalan tanah yang basah itu
berliku dengan tebing yang terpampang
di sana ku bunuh semua resah
ku habisi segala keluh
ku dengarkan puisi ku pada rembulan
ya inilah puisi ku, yang ku tulis untukmu.

Galeri | Pos ini dipublikasikan di puisi, sastra, seni/sastra dan tag , , , , , . Tandai permalink.

Terima Kasih Sudah Berkunjung. Jangan Lupa Tinggalkan Komentar atau Jempol Manisnya.

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s